Dari Sumedang untuk Dunia: Bunga Dessri Gaungkan Musik Tradisi di Forum Global

Penampilan Bunga Dessri di @america | Doc: AAN


Nama Bunga Dessri Nur Ghaliyah kian menguat sebagai wajah baru musisi Indonesia yang mampu menjembatani tradisi lokal dengan panggung global. Musisi asal Sumedang ini terpilih sebagai peserta Alumni AS Network (AAN) 2026, forum prestisius yang menghimpun alumni program pertukaran Pemerintah Amerika Serikat. Keterlibatannya tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menegaskan bahwa pelaku seni berbasis tradisi memiliki daya saing dan kontribusi signifikan dalam ekosistem kolaborasi internasional.


Berangkat dari akar musik tradisional Sunda, Bunga dikenal menguasai berbagai instrumen seperti rebab, suling, dan tarompet, yang kemudian ia kembangkan dalam pendekatan komposisi kontemporer. Karyanya mencerminkan hibriditas musikal yang mampu menembus batas budaya, sekaligus memperkenalkan identitas lokal secara relevan di tingkat global. Pengalaman internasionalnya, termasuk melalui program residensi OneBeat di Amerika Serikat, semakin memperkuat posisinya sebagai musisi yang aktif merespons isu sosial melalui praktik seni.


Program AAN 2026 sendiri melalui proses seleksi ketat dan berlapis, mulai dari pendaftaran nasional hingga implementasi proyek sosial di berbagai wilayah Indonesia. Keterpilihan Bunga mencerminkan pengakuan atas kapasitasnya, tidak hanya sebagai seniman, tetapi juga sebagai individu dengan visi sosial dan kemampuan kolaboratif yang kuat.


Dalam rangkaian kegiatan AAN di Jakarta, Bunga terlibat dalam berbagai agenda strategis, termasuk forum internasional, presentasi proyek sosial, hingga pertunjukan kolaboratif. Penampilannya yang mengangkat eksplorasi musik eksperimental berbasis instrumen bambu dan teknik vokal menunjukkan bagaimana tradisi dapat diolah menjadi ekspresi baru yang komunikatif bagi audiens global.


Lebih dari sekadar pertunjukan, partisipasi Bunga juga menegaskan peran musik sebagai medium perubahan sosial. Melalui AAN, ia berpotensi mengembangkan inisiatif berbasis seni yang berfokus pada pemberdayaan, inklusivitas, serta perluasan akses budaya, khususnya bagi kelompok yang kurang terwakili.


Rangkaian kegiatan ditutup dalam forum nasional yang mempertemukan berbagai tokoh penting lintas sektor, sekaligus memperkuat posisi jejaring alumni sebagai katalis kolaborasi. Pada malam penutupan, Bunga turut berkontribusi sebagai komposer dalam pertunjukan musik medley lagu-lagu tradisional, menghadirkan aransemen yang menyatukan ragam budaya dalam format yang segar dan relevan.


Keberhasilan ini menegaskan bahwa musisi daerah kini menjadi aktor penting dalam membentuk narasi baru tentang identitas dan masa depan budaya Indonesia. Dengan pijakan kuat pada tradisi dan keberanian berinovasi, Bunga Dessri Nur Ghaliyah menghadirkan praktik seni yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga berdampak sosial—membawa suara dari Sumedang hingga ke panggung dunia.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama