![]() |
| Pemilahan Sampah Plastik Di Bank Sampah Induk Cimahi |
Fenomena ini dipicu perubahan perilaku masyarakat yang mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dampaknya, volume sampah plastik yang disetorkan ke bank sampah pun ikut menurun.
Berdasarkan data Bank Sampah Induk Cimahi (SAMICI), pada Januari 2026 tercatat setoran sampah plastik mencapai 27 kilogram. Angka tersebut kemudian turun menjadi 23 kilogram pada Februari, dan kembali menurun menjadi 22 kilogram pada Maret.
Koordinator Bank Sampah Kota Cimahi, Dewi Eriyanti, mengungkapkan bahwa penurunan ini berkaitan langsung dengan melonjaknya harga plastik di pasaran.
“Terjadi penurunan setoran sampah plastik dari masyarakat karena tingginya harga plastik saat ini. Masyarakat sekarang tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai,” ujar Dewi.
Menurutnya, masyarakat kini cenderung memanfaatkan kembali plastik yang dimiliki, seperti kantong kresek, sehingga limbah yang dihasilkan semakin berkurang.
“Yang biasanya langsung dibuang, sekarang digunakan kembali. Ini tentu berdampak pada berkurangnya sampah plastik,” tambahnya.
Meski berdampak pada berkurangnya volume setoran di bank sampah, kondisi ini justru dinilai positif bagi lingkungan. Berkurangnya sampah plastik berarti menekan potensi pencemaran dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Sejak didirikan pada tahun 2014 lalu, bank sampah induk Cimahi ini memiliki peranmpentinh dalam pengolahan sampah anorganik. Selain membantu mengurangi volume sampah ke TPA Sarimukti, keberadaan bank sampah juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat yang menjadi nasabah.
Penurunan setoran ini pun menjadi gambaran bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik mulai meningkat, sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kelestarian lingkungan.

Posting Komentar