![]() |
| Siswa Bantu bersihkan Lumpur Dalam Ruangan Yang Terendam Banjir |
SUMEDANG- Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu sore hingga malam memicu banjir besar di tiga desa. Luapan Sungai Cilutung bersama dua aliran sungai lainnya membuat ratusan rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga fasilitas kesehatan terendam air. pada rabu malam (11/02/2026)
Banjir terjadi di Desa Darmawangi, Desa Marongge, dan Desa Tolengas. Air mulai naik sekitar pukul 20.10 WIB dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga mencapai dua meter di sejumlah pemukiman warga.
Salah satu dampak terparah terjadi di Desa Darmawangi. SMP Negeri 2 Tomo turut terendam banjir dengan ketinggian air di ruang kelas mencapai sekitar 30 sentimeter. Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.
“Kami untuk sementara waktu tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena sejumlah ruang kelas terendam banjir,” ujar Kepala SMPN 2 Tomo, Soufan Gozali, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, banjir mulai masuk ke lingkungan sekolah pada malam hari. “Air masuk ke ruang-ruang kelas sejak malam, dan ketinggiannya kurang lebih 30 sentimeter,” katanya.
Pada Kamis pagi, siswa bersama para guru tampak bergotong royong membersihkan lumpur yang mengendap di dalam kelas agar aktivitas sekolah dapat segera kembali normal.
Di sisi lain, banjir juga merendam ratusan rumah warga. Warga menyebut air mulai naik ke pemukiman sekitar pukul 23.00 WIB setelah hujan turun sejak sore hari.
“Banjir ini mulai dari malam sampai kurang lebih pukul satu dini hari. Air naik cukup cepat,” kata Wawan, warga Desa Darmawangi.
Menurut data sementara BPBD Kabupaten Sumedang, di Desa Darmawangi tercatat sebanyak 147 rumah warga terendam banjir. Sementara di Desa Marongge, banjir merendam 63 rumah, satu masjid, satu posyandu, serta satu fasilitas pendidikan PAUD. Di Desa Tolengas, Dusun Citele, sebanyak 160 kepala keluarga terdampak banjir.
Kepala pelaksana, BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Riyanto menjelaskan, banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang menyebabkan Sungai Cilutung meluap dan menggenangi wilayah sekitarnya. Selain pemukiman, banjir juga sempat merendam ruas Jalan Provinsi Tolengas-Jatigede sehingga akses kendaraan roda dua dan roda empat sempat terhambat.
“Pasca hujan deras disertai angin, luapan Sungai Cilutung menyebabkan banjir di tiga desa dan sempat mengganggu akses jalan provinsi,” ungkat Bambang.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, PMI, aparat desa, serta Kecamatan Tomo telah melakukan asesmen dan evakuasi terhadap warga terdampak sejak Rabu malam. Air dilaporkan mulai berangsur surut pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, dan akses jalan kini sudah dapat dilalui kembali.
Meski banjir mulai surut, warga kini masih berjibaku membersihkan rumah dan pekarangan dari lumpur sisa genangan. Warga berharap adanya upaya penanganan serius, mengingat banjir yang biasanya terjadi lima tahunan kini datang lebih cepat dari perkiraan.

Selain faktor Alam, ada beberapa hal yang menyebabkan banjir tahunan khususnya di desa darmawangi. Aktivitas pertambangan di desa salah satu penyebabnya.
BalasHapus1. Aliran sungai ci lutung yang berubah.
2. Pertemuan 2 sungai yaitu cisaarlanang dan sarwadon di muara cilutung yang terhambat.
Meskipun faktor alam karena curah hujan tinggi namun ada juga karena faktor yg di sebabkan hal lain. Harapan kami kedepannya pemerintah daerah (desa) harus lebih sigap lagi dalam mengaktisipasi banjir.
Posting Komentar