
Suasana Para Atlet Tengah Beradu Dalam Turnamen Domino Nasional
Turnamen ini menjadi bukti bahwa permainan domino yang dahulu identik sebagai hiburan pengisi waktu luang, kini telah berkembang menjadi cabang olahraga kompetitif dengan sistem pertandingan yang terstruktur dan melibatkan ratusan hingga ribuan peserta di berbagai event nasional.
Pengurus Daerah (Pengda) PORDI Kota Bandung kembali ambil bagian dengan menurunkan tiga pasangan atlet terbaiknya. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding para atlet di level nasional.
Ketua Pengda PORDI Kota Bandung, Andi Rafiq, menegaskan bahwa pengalaman bertanding di luar daerah sangat penting untuk mengukur kemampuan atlet secara objektif.
“Tidak cukup jika atlet hanya bertanding di kandang sendiri. Event seperti ini menjadi tolak ukur sejauh mana potensi dan mental mereka berkembang,” jelas Andi.
Meski belum berhasil meraih gelar juara, Andi menilai capaian para atlet tetap positif. Dari tiga pasangan yang diturunkan, dua di antaranya berhasil lolos dari babak kualifikasi namun harus terhenti di babak 256 besar setelah mengalami kekalahan tipis.
Sementara itu, satu pasangan lainnya mampu melangkah lebih jauh hingga menembus babak 64 besar dan masih berpeluang melaju ke tahap berikutnya.
“Target utama bukan semata-mata juara, tetapi bagaimana atlet mendapatkan jam terbang, pengalaman, dan terus menunjukkan eksistensi mereka di kancah nasional,” tambahnya.
Dengan semangat kompetitif yang terus terjaga, para atlet domino Kota Bandung diharapkan mampu meningkatkan performa dan bersaing lebih jauh di turnamen-turnamen selanjutnya.
Posting Komentar