
Stok Pasokan Air Baku Perumda Tirta Raharja
BANDUNG- Musim kemarau yang berlangsung saat ini berdampak terhadap ketersediaan air baku Perumda Air Minum Tirta Raharja. Pasokan air baku mengalami penurunan cukup signifikan, dengan fluktuasi penurunan mencapai 15 hingga 28 persen dibandingkan kondisi normal.
Kondisi tersebut membuat Perumda Air Minum Tirta Raharja melakukan sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada pelanggan.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Raharja, Dhani Lukman, S.T., M.T., mengatakan penurunan ketersediaan air baku mulai terpantau sejak awal Juli 2026. Berkurangnya curah hujan secara bertahap turut memengaruhi debit sejumlah sumber air yang menjadi pemasok kebutuhan masyarakat.
"Ketersediaan air baku hingga kini masih mengalami fluktuasi penurunan pasokan antara 15 hingga 28 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi masing-masing sumber mata air di setiap wilayah. Dalam kondisi normal, pasokan air baku dapat mencapai sekitar 1.008 liter per detik," ujar Dhani dalam siaran pers, Selasa (22/9/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Perumda Air Minum Tirta Raharja mulai melakukan pengaturan distribusi air bersih. Dari total 122.532 sambungan langganan, sebanyak 12.907 sambungan rumah berada di wilayah yang berpotensi mengalami penyesuaian pelayanan.
Penyesuaian tersebut dilakukan melalui pengaturan distribusi air secara bergilir, menyesuaikan kondisi dan ketersediaan air baku di masing-masing wilayah.
"Sejumlah langkah antisipasi terus kita lakukan, mulai dari pemantauan air baku secara berkala, pengaturan dan rekayasa distribusi, penyediaan fasilitas penyangga, hingga penyediaan armada mobil tangki untuk memasok air secara langsung kepada masyarakat," katanya.
Selain pengaturan distribusi, Perumda Air Minum Tirta Raharja juga memperkuat layanan pengaduan pelanggan guna merespons keluhan masyarakat terkait gangguan maupun penurunan pasokan air.
Koordinasi lintas instansi turut dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat selama kondisi kemarau berlangsung.
"Kita juga telah membentuk satuan tugas kesiapsiagaan darurat kekeringan. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan tindakan langsung dalam merespons keluhan masyarakat," ujar Dhani.
Di tengah kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Raharja mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Dhani memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku dan menyesuaikan pola pelayanan berdasarkan kondisi di lapangan.
"Kita terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku dan menyesuaikan pelayanan berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan. Kerja sama dibutuhkan tidak hanya dengan unsur terkait, tetapi juga dengan masyarakat untuk dapat memanfaatkan air secara bijak," katanya.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan permasalahan terkait pelayanan air bersih di wilayahnya.
"Sehingga kebutuhan air tetap terpenuhi dan segera memberikan laporan jika terjadi adanya permasalahan di lapangan," pungkas Dhani.
Dengan adanya kerja sama antara Perumda Air Minum Tirta Raharja, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan ketersediaan serta distribusi air bersih tetap dapat dikendalikan selama musim kemarau.
Posting Komentar