
Dugaan Keracunan Makanan Mbg Siswa Masih Di Rawat
BANDUNG BARAT- Belasan anak di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap makanan dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Cipeundeuy.
Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB menerima laporan dugaan keracunan tersebut dari Rumah Sakit IMC Cimareme, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kepala Dinkes KBB, Lia N. Sukandar mengatakan, sejumlah pasien mengalami gejala seperti mual, pusing, diare hingga demam.
"Malam ini kami memantau sesuai laporan yang kami terima tadi jam 19.00 WIB dari Rumah Sakit IMC bahwa diduga ada pasien keracunan makanan usai makan dari SPPG di daerah Cipeundeuy," kata Lia.
Dari laporan sementara, terdapat 21 orang yang mengalami keluhan. Dimana 14 orang terdata di rumah sakit cibabat, Enam di antaranya masih menjalani perawatan, sementara itu 8 laporan di peroleh di rumah sakit IMC, 4 orang masih mendapat perawatan.
Dinkes juga telah mengerahkan petugas puskesmas dan tenaga kesehatan untuk melakukan penanganan serta pemantauan di lapangan.
Lia mengatakan, Rumah Sakit IMC kini disiapkan sebagai rujukan utama. Dinkes menyediakan sembilan tempat tidur kosong untuk mengantisipasi adanya pasien tambahan.
"Kita akan mengoptimalkan Rumah Sakit IMC menjadi rujukan pertama. Kita sediakan sembilan bed kosong," ujarnya.
Meski begitu, Dinkes belum memastikan makanan dari SPPG sebagai penyebab keluhan para pasien. Sampel makanan yang diduga dikonsumsi pasien juga belum berhasil diamankan.
"Berdasarkan anamnesis, ada pasien yang mengaku mengonsumsi makanan pada Rabu dan Kamis. Sampel makanan belum sempat kami ambil," katanya.
Saat ini, Dinkes masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber makanan dan penyebab munculnya gejala yang dialami para pasien.
"Jadi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah kejadian tersebut benar disebabkan makanan dari SPPG atau ada faktor lain," tandasnya.
Posting Komentar