
Kondisi Pasien Dugaan Keracunan Makanan Bertambah
Puluhan pasien tersebut mengalami sejumlah keluhan, mulai dari demam, muntah hingga buang air besar secara terus-menerus. Sebagian di antaranya harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan karena kondisi yang dialami cukup mengganggu aktivitas mereka.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, Dr. Lia N. Sukandar, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, para pasien tersebar di beberapa fasilitas kesehatan.
Hingga Sabtu (12/9/2026), sebanyak 14 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit Cibabat, enam orang dirawat di Rumah Sakit IMC Cimareme, sementara tujuh orang lainnya mendapatkan penanganan di Klinik Harapan Sehat Padalarang, dan berberapa orang telah pulang.
“Saat ini kami masih melakukan pendataan terkait dugaan keracunan makanan yang terjadi. Meski demikian, kami belum dapat memastikan secara pasti asal mula atau penyebab kejadian tersebut,” ujar Lia saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Lia menegaskan, Dinkes KBB masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber masalah yang menyebabkan sejumlah siswa dan guru mengalami gejala serupa.
Sejumlah tim kesehatan telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan sekaligus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak. Langkah tersebut dilakukan agar dugaan keracunan makanan ini dapat diketahui secara lebih jelas, termasuk kemungkinan sumber makanan yang dikonsumsi para pasien.
“Kami saat ini telah menyebar tim untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data terkait dugaan keracunan makanan ini. Kami juga belum dapat memastikan bahwa kejadian ini disebabkan oleh makanan MBG,” kata Lia.
Menurutnya, kesimpulan mengenai penyebab kejadian tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kesamaan gejala yang dialami para pasien. Dinkes perlu melakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan gangguan kesehatan tersebut.
Tim di lapangan juga melakukan inspeksi untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam proses investigasi. Data mengenai makanan yang dikonsumsi, waktu munculnya gejala hingga kondisi para pasien menjadi bagian dari penelusuran.
Sementara itu, bertambahnya jumlah pasien membuat penanganan medis terus dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Para pasien yang mengalami gejala mendapatkan pemeriksaan sesuai kondisi masing-masing.
Dinkes KBB hingga kini masih melakukan pendataan dan investigasi untuk memastikan jumlah korban serta mencari titik terang mengenai penyebab munculnya gejala secara bersamaan tersebut.
Dengan demikian, dugaan keracunan makanan di SDN 2 Cipeundeuy masih dalam tahap penyelidikan. Dinkes KBB belum menyimpulkan makanan tertentu sebagai penyebab, termasuk makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebelum hasil pemeriksaan dan investigasi selesai.
Posting Komentar