SRT 1 Sumedang Disiapkan Punya Sistem Pengolahan Sampah Terpadu

 

Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Meninjau Lokasi SRT 1 Sumedang


SUMEDANG- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mendorong Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sumedang memiliki fasilitas pengolahan sampah terpadu. Dengan fasilitas tersebut, sampah yang dihasilkan dari aktivitas sekolah diharapkan bisa ditangani langsung di lingkungan sekolah.

Hal itu disampaikan Dony saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 1 Sumedang di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Selasa (14/7/2026).

“Saya harap pengelolaan sampahnya bisa selesai di sini. Nanti kami siapkan seperti pengolahan sampah yang ada di Pusat Pemerintahan Sumedang,” kata Dony.

Menurutnya, sampah harus dipilah sejak awal antara organik dan anorganik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah seperti kertas dan plastik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dijual.

Dony juga meminta pihak sekolah menyiapkan petugas khusus yang menangani persoalan sampah. Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan nantinya akan dilibatkan untuk membantu menyiapkan sistem pengelolaan sampah tersebut.

“Sampahnya nanti dikelola sendiri. Saya harap tempatnya disediakan dan sampah bisa beres langsung di sini. Nanti kolaborasi dengan Pak Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan supaya bisa tuntas,” ujarnya.

Selain masalah sampah, Dony menyoroti penataan kawasan di depan SRT 1 Sumedang. Ia meminta Satpol PP bersama unsur Forkopimcam memastikan area tersebut terbebas dari bangunan liar.

Menurut Dony, penataan harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadi pembiaran yang berujung pada munculnya bangunan tidak sesuai peruntukan.

“Tempat ini harus clear dimulai dari sekarang, jangan ada proses pembiaran. Tidak boleh membangun bangunan bukan pada tempatnya, apalagi di lahan yang bukan milik kita,” tegasnya.

Sementara itu, sebanyak 501 pelajar mengikuti MPLS SRT 1 Sumedang. Para siswa tidak hanya berasal dari Kabupaten Sumedang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Barat.

Tercatat, sebanyak 60 pelajar berasal dari Kota Tasikmalaya dan 30 pelajar dari Kabupaten Garut. Mereka sementara mengikuti kegiatan pendidikan di SRT 1 Sumedang karena pembangunan Sekolah Rakyat di daerah asalnya masih dalam proses.

Kehadiran ratusan siswa tersebut membuat pengelolaan lingkungan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Fasilitas pengolahan sampah terpadu diharapkan mampu menjaga kawasan Sekolah Rakyat tetap bersih sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi para pelajar.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama