![]() |
| Pegawai Toko Oli Merapikan Rak Sejummah Merek Oli |
Kenaikan paling terasa terjadi pada produk pelumas. Di sejumlah bengkel, harga oli mesin maupun oli samping dilaporkan naik antara 10 hingga 25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pemilik bengkel sepeda motor di Bandung Barat, Erwin, mengatakan lonjakan harga mulai terjadi sejak awal Mei 2026. Hampir seluruh merek oli yang dijualnya mengalami penyesuaian harga.
“Sudah sekitar sebulan. Kenaikannya bervariasi, mulai dari 10 persen sampai 25 persen. Kalau dihitung nominalnya, ada yang naik sekitar Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per botol,” ujar Erwin saat ditemui, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, pelumas berbahan sintetik dan produk impor menjadi yang paling terdampak. Kondisi tersebut sempat memicu kelangkaan stok di sejumlah distributor karena tingginya permintaan menjelang kenaikan harga.
“Banyak pelanggan yang kaget dan bertanya kenapa oli bisa naik. Kami jelaskan bahwa harga pelumas juga dipengaruhi berbagai faktor, termasuk bahan baku dan pasar global. Awalnya stok sempat kosong, tapi sekarang mulai normal kembali,” katanya.
Tak hanya oli, sejumlah komponen kendaraan lain juga ikut mengalami kenaikan harga. Meski demikian, kenaikan pada suku cadang seperti ban masih tergolong moderat.
“Kalau ban rata-rata naik sekitar Rp5 ribu per unit. Menurut saya masih dalam batas wajar. Bagaimanapun, perawatan kendaraan tetap harus dilakukan meskipun harga suku cadang naik,” tambahnya.
Kenaikan harga pelumas turut dirasakan para pengguna kendaraan. Rizaldi, warga Kota Cimahi, mengaku terkejut saat mengganti oli motornya beberapa hari lalu.
Biasanya ia membeli oli langganannya dengan harga sekitar Rp55 ribu. Namun saat datang ke bengkel pekan lalu, harga produk yang sama sudah menembus Rp70 ribu.
“Saya cukup kaget. Biasanya Rp55 ribu, kemarin sudah Rp70 ribu. Merek lain yang lebih murah juga kebetulan kosong. Rasanya makin berat karena bukan cuma BBM yang naik, biaya perawatan motor juga ikut naik,” ujar Rizaldi.
Kondisi ini membuat pemilik kendaraan harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk perawatan rutin. Di tengah kebutuhan mobilitas yang tinggi, masyarakat praktis tidak memiliki banyak pilihan selain tetap merawat kendaraannya meski biaya yang dikeluarkan terus bertambah.

Posting Komentar