
Bupati Dony Ahmad Munir Berikan Bantuan Kepada Warga
Program besutan Dinas Sosial Jawa Barat ini dirancang untuk memperluas penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) secara terintegrasi di tingkat desa dan kelurahan. Kampung Sosial juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berdaya.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menegaskan, keberadaan Kampung Sosial harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi angka kemiskinan.
“Pelayanan sosial diberikan kepada warga miskin, terlantar, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Penanganannya harus dipercepat agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Dony saat membuka kegiatan Kampung Sosial yang digelar Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan program tersebut harus diukur secara nyata, bukan sekadar seremoni. Ia berharap angka kemiskinan di wilayah tersebut dapat menurun setelah program berjalan.
“Kampung Sosial ini berhasil kalau kemiskinan di kampung ini berkurang. Kalau yang miskin tidak berkurang, berarti programnya belum berhasil,” katanya.
Dony juga meminta seluruh pihak, mulai dari Dinas Sosial hingga pemerintah desa, benar-benar mengawal keberhasilan program tersebut. Ia menilai gerakan Kampung Sosial harus lahir dari kepedulian dan semangat gotong royong bersama.
“Kalau gerakan ini muncul dari hati, pasti ada keinginan untuk menyukseskannya bersama-sama,” ucapnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Sumedang melalui Disnakertrans turut menggelar job fair di lokasi Kampung Sosial dengan membuka sekitar 200 lowongan pekerjaan di bidang menjahit dan kelistrikan.
“Ini salah satu langkah nyata untuk mengurangi kemiskinan di Desa Cimanggung. Mari bersama-sama menyelesaikan masalah sosial yang ada,” tutur Dony.
Ia pun menegaskan, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami kesulitan hidup.
“Pemerintah harus hadir memastikan tidak ada warga yang kesulitan berjalan sendirian tanpa pendampingan dan perhatian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih mengatakan, Kampung Sosial dibentuk agar pelayanan sosial lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Menurut Noneng, Kecamatan Cimanggung dipilih karena memiliki jumlah warga dengan kategori desil terbanyak di Kabupaten Sumedang. Dari data yang ada, terdapat empat desa di wilayah tersebut dengan tingkat kerentanan sosial cukup tinggi.
Posting Komentar