
Warga Berdesakan Antri Belanja Pangan Murah
SUMEDANG- Gerakan Pangan Murah di gelar oleh POLRES Sumedang, bertempat di taman telor, selasa sore (24-02-2026). Sejak di buka seluruh sembako di serbu oleh masyarakat hingga terjadi antrian cukup panjang, kebanyakan warga membeli kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, telur juga terigu yang di sediakan.
Meski demikian, sejumlah warga merasa kecewa, meski mereka telah mengantri cukup lama dan harus berdesakan, mereka tidak berhasil mendapatkan kebutuhan yang di harapkannya. Hal tersebut terjadi saat petugas mengumumkan stok beras sudah habis.
Seperti yang di ungkapkan oleh salah satu warga, Yeti Suhaeti, dirinya mengaku datang jauh-jauh hanya untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya, tapi setelah mengantri kurang lebih 1 jam, dirinya harus kecewa karena beras yang di sediakan habis terjual.
"Sangat kecewa karrna udah ngantri lama tapi malah berasnya sudah habis, harusnya dari awal pembelian di batasi 2 atau 3 kantung beras saja, jadi masyarakan bisa terbagi semua," ungkap Yeti.
Dirinya jiga menambahkan, seharusnya petugas memberlakukan pembatasan Setiap pembelian kebutuhan pokok, sehingga warga terbagi selurunya dan tidak menimbulkan kekecewaan.
"tadi ada yang beli lebih dari 5 karung jadi habis, jadi ya kecewa dengan kondisi ini, kasihan yang sudah jauh-jauh datang," katanya.
Kapolres Sumedang Akbp Sandityo Mahardika yang meninjau langusung gerakan pangan murah ini menjelaskan. Petugas setidaknya menyedikan beras sebanyak 2 ton, minyak goreng sebanyak 2400 liter, terigu 2 kwintal, gula pasir 2 kwintal, telur ayam 1,5 ton, Daging ayam 1/2 kwintal, daging sapi 20 kilogram, dan sejumlah sayur dan juga buah-buahan.
"Gerakan pangan murah ini di lakukan secara serentak di seluruh polres di wilayah jawa barat, dan juga membatu masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan di bulan ramadhan ini," jalas Akbp Tyo.
Gerakan pangan murah ini juga meruoakan salah satu upaya dalam mengantusipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang terjadi di pasaran saat bulan puasa dan menjelang lebaran.
"Ini kita lakukan untuk menekan inflasi yang kerap kali terjadi di saat bulan ramadhan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya," tambahnya.
Selanjutnya rencana kedepan gerakan pangan murah ini sendiri akan di lakukan kembali menjelang lebaran nanti.
Posting Komentar