
Kondisi Longaor dan Bangunan Yang Rusak Akibat Tertimpa Longsoran
Peristiwa longsor ini terjadi secara bertahap sejak Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, tercatat tiga kali longsoran, dua di antaranya longsor kecil, dan puncaknya longsor besar terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.
Longsoran dengan tinggi tebing diperkirakan 20–25 meter dan lebar sekitar 18–20 meter tersebut mengakibatkan bangunan gudang produksi air minum kemasan rusak berat, tertimbun material tanah, bebatuan, dan air. Sejumlah pohon di sekitar lokasi juga ikut tumbang dan menimpa bangunan.
Kepala BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Riyanto, yang meninjau langsung lokasi kejadian mengatakan, terdapat satu orang korban luka ringan dalam peristiwa tersebut.
“Korban atas nama Ohid Nugraha, usia 50 tahun, mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor. Kondisinya sadar dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, korban saat kejadian berusaha mengevakuasi barang-barang di dalam gudang setelah sebelumnya terjadi dua kali longsoran kecil. Namun saat proses tersebut berlangsung, longsoran besar kembali terjadi.
BPBD menduga longsor disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas cukup tinggi, ditambah adanya aliran air dan saluran irigasi di bagian atas mahkota longsoran yang memperlemah struktur tanah.
“Secara teknis, ini murni bencana alam longsor. Kebetulan lokasinya berada di lingkungan perusahaan,” jelasnya.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Brimob, Polhut, Perhutani, serta aparat kecamatan dan desa masih melakukan penanganan di lokasi. Alat berat telah diturunkan untuk proses evakuasi dan pembersihan material longsoran.
Sebagai langkah mitigasi, petugas juga melakukan pemasangan terpal dan penguatan menggunakan bambu untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan.
Sementara itu, Kapolsek Pamulihan Iptu Tri Sunu menyampaikan bahwa sejak awal kejadian pihak kepolisian langsung melakukan pengamanan lokasi, termasuk memastikan aliran listrik padam, memasang garis polisi, serta membatasi area rawan agar tidak dimasuki masyarakat maupun karyawan.
“Aktivitas pabrik untuk sementara dihentikan demi keselamatan. Kami bersama BPBD terus melakukan pemetaan, termasuk menggunakan drone, untuk menentukan langkah penanganan lanjutan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung. Petugas terus melakukan pengecekan lapangan guna memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan yang dapat mengancam keselamatan pekerja maupun warga sekitar.
Posting Komentar