Rumawat Padjadjaran merupakan pagelaran seni yang rutin digelar oleh Universitas Padjadjaran sejak tahun 2008. Acara ini lahir atas inisiatif Prof. Ganjar Kurnia saat menjabat sebagai rektor Universitas Padjadjaran. Banyak seniman yang telah tampil dalam acara tersebut di antaranya seniman calung fenomenal Darso, dalang kondang Ki Asep Sunandar Sunarya yang tampil sepanggung bersama Ki Dede Amung Sutarya dan Ki Cecep Supriadi, hingga musisi balada legendaris Iwan Abdurrahman, dan masih banyak lagi seniman lain dari berbagai genre musik tradisional maupun kontemporer.
18 tahun perjalanan Rumawat Padjadjaran dalam menampilkan berbagai kesenian sebagai upaya pelestarian, kali ini akan hadir kembali dengan mengangkat salah satu komunitas yang konsisten dalam pelestarian seni karawitan Sunda dan pemberdayaan perempuan yaitu Puspa Karima. Dengan semangat perjuangan kesetaraan gender dalam seni budaya Sunda, Puspa Karima menunjukkan konsistensi dalam pergerakannya. Sejak didirikan pada tahun 2019 oleh Bunga Dessri Nur Ghaliyah, M.Sn., Puspa Karima telah melangkah lebih jauh, banyak perempuan maupun laki-laki yang tergabung dari berbagai daerah dan latar belakang keahlian untuk turut memperjuangkan kesetaraan gender dalam seni Sunda khususnya.
Puspa Karima akan tampil dalam acara Rumawat Padjadjaran ke-109 yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 23 Januari 2026 di Graha Sanusi Hardjadinata Jl. Dipati Ukur no 35 Bandung. Pagelaran tunggal bertajuk “Wanoja Sadayana: Gelar Geunjleung Puspa Karima” ini akan menampilkan lebih dari 10 genre kesenian Sunda yang dimainkan pada secara beruntun oleh 16 seniman perempuan. Kesenian tersebut yaitu seni Pantun, Reak, Pencak Silat, Celempungan, Tarawangsa, Calung, Tari Tayub, Wayang Golek, Cianjuran, Ketuk Tilu, Tanji serta berbagai jenis vokal tradisional Sunda.
Adapun para seniman yang terlibat yaitu Annisaa Rahma Aini Sudrajat, Arti Intan Agustin, Bunga Dessri Nur Ghaliyah, Desty Nursyiam, Dhiya Silmi Amirah Soraya, Diah Nur Azizzah, Erna Rosita, Irna Mustika, Julaeha, Kharena Destrianti, Karima, Khamila Febriyanti, Kharisma Cahayati, Mita Trisnawardhani, Putri Azizzah Khairunnisa dan Winda Ayu Ghaniyah.
Dalam pagelaran ini, Puspa Karima ingin menunjukan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dalam kesenian dan memiliki daya untuk turut mengembangkan seni budaya. Melalui Rumawat Padjadjaran, Puspa Karima akan menambah catatan sejarah aktivisme perempuan Sunda dalam bidang seni budaya.
Narahubung : 0823-1725-2505 (Venol)

Posting Komentar