Puluhan Relawan Dapur MBG Pamulihan Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi HACCP

 

pelatihan sekaligus sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)

Sumedang- Guna memastikan hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersaji aman, sehat, dan berkualitas bagi para penerima manfaat, puluhan relawan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Persyarikatan Muhammadiyah Pamulihan mengikuti pelatihan sekaligus sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Jumat (9/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor SPPG Persyarikatan Muhammadiyah Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Pelatihan HACCP ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengendalikan potensi bahaya dalam proses pengolahan makanan, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian. Dengan sistem tersebut, risiko kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik dapat dicegah sehingga makanan yang dihasilkan benar-benar aman untuk dikonsumsi.

Kepala SPPG Persyarikatan Muhammadiyah Pamulihan, Jeni Hidayat, menyebut pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam menjamin mutu dan keamanan pangan di dapur MBG.

“Risiko di lapangan cukup tinggi. Makanan tidak boleh disajikan lebih dari empat jam setelah disiapkan karena dapat menurunkan kualitas dan berpotensi menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, manajemen waktu dan sanitasi menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para relawan dibekali kemampuan mengenali titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan bahaya selama proses produksi makanan. Materi disampaikan secara aplikatif agar mudah diterapkan dalam aktivitas dapur sehari-hari.

Sementara itu, Nurfajar Taufik, instruktur pelatihan sekaligus Head Chef Dapur SPPG Persyarikatan Muhammadiyah Pamulihan, menjelaskan bahwa pelatihan HACCP bertujuan agar seluruh relawan mampu mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya keamanan pangan.

“Dengan pemahaman HACCP, relawan dapat mencegah terjadinya kasus keracunan makanan yang sempat marak terjadi. Selain itu, mereka juga mampu menerapkan sistem pengendalian yang sesuai standar keamanan pangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan HACCP diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan mitra penerima layanan, sekaligus memastikan menu MBG memenuhi standar keamanan pangan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Tak hanya itu, para relawan juga diharapkan memperoleh sertifikat HACCP yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat jangka panjang bagi mereka.

Di tempat terpisah, Dodi Partawijaya, PIC SPPG Persyarikatan Muhammadiyah Pamulihan, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi HACCP tersebut. Menurutnya, kehadiran para ahli dari bidang kuliner, hotel, dan restoran menjadikan pelatihan lebih komprehensif dan aplikatif.

“Pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi besar bagi kesehatan ribuan penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu hamil, hingga balita. Konsistensi dalam penerapan HACCP menjadi kunci agar makanan bergizi yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi,” pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama