Panti Baca Ceria & Limasan's Finest Gelar Puisi di Atas Meja Makan sebagai Refleksi Akhir Tahun



Dalam rangka merayakan malam pergantian tahun sebagai ruang refleksi bersama, Panti Baca Ceria berkolaborasi dengan Limasan’s Finest menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Puisi-puisi di Atas Meja Makan”, sebuah perayaan sastra yang menghadirkan puisi, musik, dan ritual budaya dalam suasana intim dan penuh makna pada hari Rabu, 31 Desember 2025 di Limasan's Finest, Sumedang.


Kegiatan ini diawali dengan pameran puisi yang menampilkan karya-karya hasil open call yang sebelumnya dibuka untuk publik. Dari proses tersebut, terkumpul lebih dari 40 puisi dari berbagai latar penulis yang kemudian dipajang dan dapat dinikmati oleh pengunjung sepanjang acara. Puisi-puisi tersebut merekam beragam kegelisahan, harapan, kenangan, dan perenungan yang lahir dari pengalaman hidup sehari-hari, sebagaimana meja makan yang menjadi simbol perjumpaan dan kebersamaan.


Selain pameran, acara juga diisi dengan sesi pembacaan puisi oleh para penulis dan partisipan, yang menghadirkan dialog batin antara karya, pembaca, dan pendengar. Suasana semakin hidup dengan beberapa penampilan musik yang mengalir menyertai malam, memperkaya pengalaman artistik dan emosional para hadirin.


Sebagai penutup, kegiatan ini ditandai dengan kehadiran Ki Kebo Kenongo, juru rajah Kasumedangan, yang membawakan rajah penutup sebagai penanda refleksi akhir tahun. Penampilan ini menjadi momen sakral yang mengajak peserta untuk menutup tahun dengan kesadaran, doa, dan harapan akan perjalanan baru yang lebih bermakna.


Melalui “Puisi-puisi di Atas Meja Makan”, Panti Baca Ceria dan Limasan’s Finest berharap dapat membuka ruang alternatif bagi masyarakat untuk merayakan malam tahun baru tidak hanya sebagai pesta, tetapi juga sebagai peristiwa kultural—tempat kata, bunyi, dan tradisi bertemu untuk saling menguatkan.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama