
Ribuan Masyarakat dan Aparatur Pemerintah Lakukan Sholat Istisqo
Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, kawasan Titik Nol Kota Cimahi mulai dipenuhi masyarakat. Lebih dari 1.000 orang hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Cimahi, Forkopimda, hingga warga.
Di bawah cuaca yang cukup terik, para peserta tetap mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk. Shalat kemudian dilanjutkan dengan doa bersama agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan tidak semakin meluas.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, Shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat menghadapi kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.
"Lebih dari 1.000 orang dari Pemerintah Kota Cimahi bersama Forkopimda dan seluruh masyarakat Kota Cimahi hadir melaksanakan Shalat Istisqa," ujar Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, kebutuhan air semakin meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau. Karena itu, ia berharap hujan segera turun untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan sumber air.
"Kita meminta kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan karena situasi dan kondisi saat ini kemaraunya panjang. Sementara air merupakan kebutuhan bagi manusia," katanya.
Ia menyebut, dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Cimahi. Pemerintah daerah pun menerima laporan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Sebagai langkah penanganan, Pemkot Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) bersama instansi terkait terus melakukan distribusi air bersih menggunakan kendaraan tangki.
Penyaluran dilakukan ke wilayah yang mengajukan permintaan sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat.
"Darurat memang, sudah banyak masyarakat yang membutuhkan dan meminta bantuan air. Pemkot Cimahi dengan kendaraan yang ada mengirimkan air untuk menyuplai masyarakat. Kami juga melakukan pengeboran sumur untuk mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat," ucapnya.
Tak hanya persoalan air, kemarau panjang juga membuat ancaman kebakaran meningkat. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar apabila terjadi pembakaran yang tidak terkendali.
Data sementara Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi mencatat terdapat 62 kejadian kebakaran sepanjang tahun ini. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 46 kejadian.
Ngatiyana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran sembarangan, khususnya di lahan kosong yang kondisinya kering.
Selain itu, masyarakat diminta menghemat penggunaan air agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Semua harus cinta kepada lingkungan, kepada alam, dan gunakan air sehemat mungkin," pungkasnya.
Posting Komentar