Pembukaan Kegiatan Fasilitasi Komunitas Literasi di Taman Baca Rumah Cinta Sedulur

Foto bersama pembukaan kegiatan. 


KARAWANG, 26 Agustus 2026 — Taman Baca Rumah Cinta Sedulur resmi membuka kegiatan Fasilitasi Bantuan Komunitas Literasi pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di Yayasan Rumah Cinta Sedulur, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Badan Bahasa Kemendikdasmen RI) dalam rangka mendukung penguatan komunitas literasi dan meningkatkan kebermanfaatan taman bacaan bagi masyarakat.


Pembukaan kegiatan dihadiri oleh sejumlah pegiat dan pemangku kepentingan literasi, di antaranya Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (PW Forum TBM) Jawa Barat, Kang Ipul Sae, Ketua Pengurus Daerah Forum TBM Kabupaten Karawang, Neng Mayang, Bunda Literasi Kecamatan Pedes, serta narasumber dan peserta kegiatan.


Ketua pelaksana sekaligus Ketua Taman Baca Rumah Cinta Sedulur, Kang Ruslan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 26–27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas pengelola dan pegiat literasi agar mampu menghadirkan program yang lebih kreatif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.


“Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, 26 sampai 27 Agustus. Kemudian puncaknya akan dilaksanakan pada 30 September 2026 melalui Festival Literasi Anak Pesisir,” ujar Kang Ruslan dalam sambutannya.


Festival Literasi nantinya diharapkan menjadi ruang perayaan sekaligus wadah untuk memperkenalkan praktik-praktik baik literasi yang telah dilakukan Taman Baca Rumah Cinta Sedulur kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya anak-anak di wilayah pesisir Karawang.


Sementara itu, Ketua PW Forum TBM Jawa Barat, Kang Ipul Sae, menekankan bahwa program fasilitasi komunitas literasi seperti ini memiliki peran penting dalam memperluas dampak gerakan literasi di tengah masyarakat.


Menurutnya, bantuan dan fasilitasi yang diberikan pemerintah perlu diikuti dengan lahirnya program-program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Taman bacaan masyarakat tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar, berkarya, berinteraksi, dan tumbuh bersama masyarakat.


“Yang paling penting dari kegiatan seperti ini adalah keberdampakannya. Bagaimana program yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Praktik-praktik baik yang sudah dilakukan oleh TBM harus terus digemborkan dan dibagikan, agar bisa menginspirasi komunitas literasi lainnya,” ungkap Kang Ipul Sae.


Ia juga mengapresiasi Taman Baca Rumah Cinta Sedulur yang terus berupaya menghadirkan kegiatan literasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah pesisir. Menurutnya, berbagai praktik baik di tingkat komunitas merupakan kekuatan penting dalam membangun ekosistem literasi dari akar rumput.


Kegiatan Fasilitasi Bantuan Komunitas Literasi di Rumah Cinta Sedulur diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas komunitas, memperluas jejaring, serta melahirkan inovasi program literasi yang berkelanjutan.


Melalui rangkaian kegiatan hingga Festival Literasi  pada 30 September 2026, Taman Baca Rumah Cinta Sedulur berkomitmen menjadikan literasi sebagai gerakan bersama yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan mampu membuka ruang belajar serta kreativitas bagi anak-anak pesisir Karawang.


Tentang Taman Baca Rumah Cinta Sedulur

Taman Baca Rumah Cinta Sedulur merupakan komunitas literasi yang berada di bawah Yayasan Rumah Cinta Sedulur, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Komunitas ini menjadi salah satu ruang belajar masyarakat yang mendorong tumbuhnya budaya baca, kegiatan kreatif, serta pengembangan potensi anak dan masyarakat melalui gerakan literasi.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama