Babi Hutan Masuk Pemukiman Dua Orang Warga Terluka

 

Babi Hutan Yang Serang Pemikiman Warga 


BANDUNG BARAT-  Warga Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dibuat panik setelah seekor babi hutan masuk ke kawasan permukiman dan menyerang dua orang hingga mengalami luka-luka.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di dua lokasi berbeda, yakni Kampung Cirawa RT 01 RW 05 dan Kampung Celak Kaler RT 02 RW 09, Desa Celak.

Korban pertama, Asid (65), awalnya mengira hewan yang berada di sekitar rumahnya adalah seekor kambing. Saat mencoba mengusirnya, ternyata hewan tersebut merupakan babi hutan yang langsung menyerangnya.

Akibat serangan itu, Asid mengalami luka di bagian tangan dan kaki. Ia kemudian mendapat penanganan dari keluarganya di rumah.

Tak lama kemudian, babi hutan itu kembali muncul di Kampung Celak Kaler. Warga yang mengetahui keberadaannya berusaha mengepung hewan liar tersebut. Namun, babi hutan justru kembali menyerang dan melukai seorang warga bernama Pelah.

Pelah mengalami luka akibat gigitan dan serudukan di bagian tangan serta kaki. Ia langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Menurut keterangan warga, luka di tangannya bahkan harus dijahit lebih dari 20 jahitan.

Setelah menyerang dua warga, babi hutan tersebut kabur ke area kebun di belakang permukiman. Hingga kini, hewan itu belum terlihat lagi.

Camat Gununghalu, Asep Haris Kosaman, pada senin (3/8/2026), membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kedua korban sudah mendapat penanganan medis dan kini menjalani pemulihan di rumah masing-masing.

"Betul, kejadiannya pada Kamis sore di Desa Celak. Ada dua warga yang menjadi korban serangan babi hutan. Alhamdulillah keduanya sudah mendapat penanganan medis dan saat ini kondisinya berada di rumah untuk menjalani pemulihan," ujar Asep.

Asep mengimbau warga agar lebih waspada jika melihat satwa liar masuk ke kawasan permukiman. Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak mencoba menangkap atau mengusir hewan tersebut sendirian karena bisa membahayakan keselamatan.

"Kalau kembali melihat babi hutan, segera laporkan kepada aparat desa atau petugas terkait. Jangan bertindak sendiri karena bisa memicu serangan," katanya.

Pihak kecamatan bersama pemerintah desa juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau wilayah sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi kemunculan kembali babi hutan.

"Kami mengimbau warga tetap waspada dan saling mengingatkan agar berhati-hati jika hewan ini kembali muncul, sehingga tidak ada lagi korban," pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama