Pemkab Sumedang Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital, Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Dilacak

 

Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila Pemenang Ajang SPARTAN 3X3 SPENDASU Basketball 2026

SUMEDANG- Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melacak hingga menonaktifkan akun media sosial milik anak-anak berusia di bawah 16 tahun sebagai upaya mencegah dampak negatif penggunaan media sosial sejak dini.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat menutup ajang SPARTAN 3X3 SPENDASU Basketball 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-70 SMP Negeri 2 Sumedang di GOR SMPN 2 Sumedang, Rabu (29/7/2026).

Fajar mengatakan, anak-anak di bawah usia 16 tahun dinilai belum memiliki kemampuan yang cukup untuk memilah informasi yang beredar di media sosial. Karena itu, penggunaan media sosial pada usia tersebut perlu mendapat pendampingan dari orang tua.

"Anak-anak sekarang sangat mudah mengakses media sosial. Yang menjadi perhatian kami adalah ketika mereka menggunakannya tanpa pengawasan orang tua, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang mereka," ujar Fajar.

Menurutnya, Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk melacak akun media sosial yang digunakan anak-anak di bawah umur.

Ia menilai, langkah tersebut merupakan bentuk pencegahan agar anak-anak tidak terpapar konten yang dapat memengaruhi perkembangan karakter maupun perilaku mereka.

"Anak-anak belum sepenuhnya mampu membedakan mana informasi yang baik dan mana yang tidak. Karena itu, kami memilih melakukan langkah antisipasi lebih awal agar mereka bisa tumbuh di lingkungan digital yang lebih aman," katanya.

Fajar menegaskan, kebijakan tersebut merupakan upaya preventif yang dilakukan pemerintah bersama pemerintah pusat untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan media sosial di kalangan anak-anak.

Selain membahas perlindungan anak di dunia digital, Fajar juga mengapresiasi penyelenggaraan SPARTAN 3X3 SPENDASU Basketball 2026. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini menjadi wadah positif bagi siswa untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, sekaligus menumbuhkan jiwa sportivitas.

"Kegiatan seperti ini harus terus didorong karena mampu melahirkan generasi yang sehat, disiplin, dan berkarakter. Anak-anak tidak hanya sibuk dengan dunia digital, tetapi juga memiliki ruang untuk berolahraga dan berinteraksi secara positif," ujarnya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara aktivitas fisik dan pemanfaatan teknologi menjadi bekal penting dalam mencetak generasi unggul di masa depan.

"Kalau tubuh sehat, pikiran juga akan lebih kuat. Anak-anak yang aktif berolahraga akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak," tuturnya.

Di akhir sambutannya, Fajar menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, kepala sekolah, guru, orang tua, dan semua pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan SPARTAN 3X3 SPENDASU Basketball 2026.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai wadah pembinaan generasi muda agar tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki karakter yang kuat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama