Anak Buruh Bangunan Asal NTT Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2026

Aji Bayu Ramadhan Putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Jadi Lulusan Terbaik Ipdn Angkatan XXXIII 2026

SUMEDANG- Aji Bayu Ramadhan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk meraih prestasi. Putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berhasil menjadi lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Prestasi tersebut diraih Aji di antara 1.244 Pamong Praja Muda yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Bagi Aji, pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga hadiah untuk keluarga yang selama ini selalu mendukungnya.

"Ini merupakan pencapaian besar dan kebanggaan bagi keluarga. Saya ingin membuktikan bahwa saya, adik-adik saya, dan keluarga saya juga bisa menjadi orang yang insyaallah sukses di masa depan," ujarnya.

Predikat lulusan terbaik itu ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan IPDN sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada 24 Juli 2026.

Aji merupakan lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan mengikuti seleksi masuk IPDN melalui Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Di balik prestasinya, Aji tumbuh dari keluarga sederhana. Ayahnya, Winoto Hadi, bekerja sebagai buruh bangunan, sementara sang ibu, Wahyuniarti, adalah ibu rumah tangga. Pesan kedua orang tuanya untuk selalu rendah hati menjadi pegangan selama menjalani pendidikan di IPDN.

"Mereka selalu berpesan agar tetap rendah hati dan tidak lupa kalau kami berasal dari keluarga sederhana. Itu menjadi pengingat bagi saya agar nantinya bisa melayani seluruh lapisan masyarakat dengan baik," katanya.

Menurut Aji, kondisi ekonomi keluarganya justru menjadi penyemangat untuk terus berkembang. Ia memilih menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras.

"Saya percaya keterbatasan yang saya alami justru menjadi kelebihan. Dengan kondisi itu saya terdorong untuk terus memperbaiki diri. Saya bersyukur bisa berada di titik ini," ungkapnya.

Setelah resmi dilantik menjadi Pamong Praja Muda, Aji berencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk menambah wawasan dan meningkatkan kapasitasnya dalam memberikan pelayanan publik.

Ia juga mengajak generasi muda, khususnya yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar tidak ragu mengejar cita-cita. Menurutnya, kerja keras, semangat belajar, dan doa orang tua adalah modal utama untuk meraih kesuksesan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama