Debu Kapur Selimuti SD Negeri Sunan Giri, Aktivitas Belajar Tetap Berjalan Normal

 

Debu yang Menempel di Lingkungan Warga dan Sekolah 

BANDUNG BARAT- Polusi debu dari aktivitas pengolahan kapur tohor turut dirasakan oleh SD Negeri Sunan Giri yang berada di Kampung Pojok, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Hampir setiap hari, debu halus masuk ke lingkungan sekolah dan menempel di berbagai sudut ruangan, mulai dari meja belajar, kaca, hingga peralatan milik guru seperti printer.

Guru Kelas VI SD Negeri Sunan Giri, kamis (23/07/2026), Inas Weis Suwardi, mengatakan lokasi sekolah berada sangat dekat dengan area pengolahan kapur, bahkan jaraknya kurang dari 200 meter. Gerbang sekolah pun berhadapan langsung dengan bagian belakang perusahaan.

"Debunya memang ada dan sangat terasa. Di ruang kelas, meja, kaca, sampai printer guru juga selalu terkena debu," jelas Inas.

Meski kondisi tersebut cukup mengganggu, aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung seperti biasa. Saat ditemui di lokasi, para siswa tampak mengikuti kegiatan sekolah dengan normal. Mereka bermain di halaman sekolah dengan riang dan tidak terlihat menggunakan masker.

Menurut Inas, hingga saat ini polusi debu belum menghambat proses pembelajaran. Pihak sekolah tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal.

"Kami tetap berkewajiban memberikan pelayanan pendidikan. Alhamdulillah, sejauh ini proses belajar mengajar masih berjalan lancar tanpa kendala," katanya.

Untuk memastikan kondisi kesehatan siswa tetap terpantau, sekolah rutin berkoordinasi dengan Puskesmas Tagogapu. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala, dan hingga kini belum ditemukan laporan resmi adanya siswa yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan debu.

"Selama ini belum ada laporan anak yang mengalami ISPA karena debu. Kami terus bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin," terangnya.

Meski belum berdampak pada kesehatan siswa maupun proses belajar, pihak sekolah berharap persoalan polusi debu segera mendapat penanganan. Inas menilai kualitas udara yang lebih baik akan membuat lingkungan belajar menjadi lebih nyaman dan aman bagi para siswa.

"Kami berharap polusi debu bisa dikurangi, bahkan kalau bisa dihilangkan. Dengan begitu anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan kesehatannya lebih terjamin," pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama