Polres Cimahi dan Petani Bergerak Bersama, Panen Jagung Jadi Bukti Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

 

TNI, Polri Bersama Masyarakat Saat Malaksanakan penanaman Jagung Bersama

CIMAHI- Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Polres Cimahi bersama kelompok tani binaan menunjukkan hasil nyata melalui program penanaman jagung yang kini mulai memasuki masa panen.

Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar secara nasional dan dipimpin langsung oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya komoditas jagung yang memiliki peran penting bagi sektor pertanian dan peternakan.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, Selasa (16/6/2026), keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Melalui program panen raya jagung serentak ini, sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan terus terjalin sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Niko.

Ia menjelaskan, Polres Cimahi telah menargetkan pengembangan lahan jagung seluas 1.326 hektare. Selain itu, hasil panen yang dihasilkan juga diarahkan untuk memenuhi target serapan Perum Bulog sebanyak 420 ton dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Standar tersebut mencakup kadar air jagung di bawah 14 persen serta kandungan aflatoksin di bawah 50 ppb agar hasil panen dapat terserap secara optimal.

Menurut Niko, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan lahan produktif dan memperkuat ekonomi masyarakat di sektor pertanian.

Hingga pertengahan tahun 2026, Polres Cimahi mencatat luas lahan jagung yang telah ditanami mencapai 38,54 hektare. Dari luasan tersebut, lahan yang telah memasuki masa panen berhasil menghasilkan sekitar 35 ton jagung.

Capaian itu menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan kelompok tani mampu menghadirkan hasil positif bagi sektor pertanian. Ke depan, program serupa diharapkan terus berkembang sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama