![]() |
| Areal Pesawahan Yang Akan Mengalami Dampak El Nino |
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto, menegaskan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini guna menekan dampak yang lebih luas. Menurutnya, ancaman yang dihadapi tidak hanya kekeringan, tetapi juga krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, hingga potensi terganggunya produksi pertanian.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Sumedang saat ini masih berada dalam masa peralihan menuju musim kemarau, meskipun hujan masih turun di beberapa titik. Namun, dampak El Nino diperkirakan mulai terasa pada awal Mei, dengan puncak musim kering terjadi pada Juli hingga Agustus.
Kondisi tersebut membuat seluruh wilayah di Kabupaten Sumedang masuk dalam kategori rawan, sehingga pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi secara menyeluruh.
Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, BPBD menaruh perhatian khusus pada wilayah Kecamatan Tomo dan Ujung Jaya yang kerap dilanda kebakaran saat musim kemarau. Selain itu, kawasan Gunung Palasari dan Gunung Kunci di Sumedang Kota juga menjadi fokus pengawasan karena memiliki potensi serupa.
Di sektor air bersih, BPBD telah melakukan pemetaan sumber mata air dan sumur bekerja sama dengan BPWS Wilayah Citarum. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat di daerah rawan kekeringan.
Sementara di sektor pertanian, pemerintah mendorong petani untuk menyesuaikan pola tanam sesuai prediksi musim. Penggunaan varietas tahan kekeringan seperti padi gogo, jagung, dan sorgum juga dianjurkan guna mengurangi risiko gagal panen dan menjaga produktivitas pangan.
Selain itu, BPBD juga mengandalkan peran aktif kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan dalam penanganan kebakaran di lapangan. Edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, mulai dari kampanye hemat air, adaptasi perubahan iklim, hingga pembangunan embung dan kolam penampungan.
Bambang menekankan bahwa keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.
“Peran masyarakat sangat penting, mulai dari menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, hingga tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak El Nino dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga Sumedang tetap tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim ekstrem.

Posting Komentar