![]() |
| Alat Berat Daei Bpbd Sumedang Mulai Melakjkan Evakuasi Longsoran Yang Menutup Jalan Nasional |
SUMEDANG- Upaya penanganan longsor yang menutup jalur utama Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus dikebut. Dua unit alat berat berupa ekskavator milik BPBD Sumedang dan Dinas PU Provinsi Jawa Barat diterjunkan ke lokasi sejak Rabu (8/4/2026) malam.
Material longsoran berupa tanah, batang pohon, hingga rumpun bambu sempat menutup badan jalan di dua titik, mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Cirebon maupun sebaliknya lumpuh total.
Dua lokasi terdampak berada di wilayah Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, serta Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan. Akibat kejadian ini, kendaraan roda dua hingga truk besar tidak dapat melintas.
Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, mengungkapkan bahwa proses penanganan di kawasan Cadas Pangeran menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pukul 22.30 WIB, sekitar 90 persen material longsor di jalur utama telah berhasil dibersihkan.
“Alhamdulillah, penanganan di jalur utama sudah mencapai 90 persen berkat kerja sama BPBD, PU Provinsi, TNI, Polri, Damkar, Dishub, dan Perhutani,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Meski demikian, proses pembersihan di titik Pamulihan masih terus berlangsung dan baru mencapai sekitar 70 persen. Ia memperkirakan jalur tersebut dapat dilalui secara bertahap setelah tengah malam.
“Mungkin sekitar tengah malam kendaraan sudah bisa kembali melintas di Cadas Pangeran,” tambahnya.
Selama proses evakuasi, arus lalu lintas untuk kendaraan roda empat dan truk besar dialihkan melalui Tol Cisumdawu. Sementara itu, pengendara roda dua diarahkan menggunakan jalur atas Cadas Pangeran.
Fajar juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan potensi bencana melalui layanan darurat 112 atau call center kepolisian di 110, guna mempercepat penanganan oleh petugas.
Ke depan, pemerintah akan memperkuat langkah mitigasi di kawasan rawan longsor tersebut. Upaya yang akan dilakukan meliputi pemangkasan pohon berisiko tumbang serta pengecekan sistem drainase di sepanjang jalur.
“Cadas Pangeran ini sudah menjadi ikon Sumedang. Karena itu, mitigasi harus diperkuat, terutama pada pohon-pohon yang berpotensi membahayakan. Kita akan berkolaborasi dengan BPBD dan Perhutani agar tidak ada material berbahaya jika terjadi longsor susulan,” jelasnya.
Hingga pukul 00.00 WIB, jalur utama Cadas Pangeran masih belum sepenuhnya dapat dilalui. Aparat gabungan terus bekerja keras membersihkan sisa material longsoran agar akses vital tersebut segera kembali normal.

Posting Komentar