![]() |
| Pemaparan Dalam Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang 2025 |
Di hadapan unsur Forkopimda, DPRD, akademisi, kepala perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat, Bupati Dony menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Ia mengakui masih banyak persoalan yang harus segera dibenahi.
“Selama setahun ini ada kemajuan yang patut disyukuri. Namun kami sadar pelayanan belum sepenuhnya sempurna dan masih banyak yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Beberapa pekerjaan rumah utama pun disampaikan secara terbuka. Penanganan kemiskinan masih menjadi tantangan besar meski program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi terus berjalan. Pemerintah daerah, kata Dony, akan memperkuat intervensi agar masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi.
Selain itu, penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas. Upaya kolaboratif lintas sektor terus didorong, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga edukasi keluarga.
“Stunting bukan sekadar urusan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan daerah. Anak-anak yang sehat dan cerdas akan menentukan kekuatan Sumedang ke depan,” katanya.
Isu pengangguran dan penciptaan lapangan kerja juga mendapat perhatian serius. Pemerintah berupaya mempercepat investasi serta pengembangan sektor produktif guna membuka peluang kerja, terutama bagi generasi muda.
Keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan rusak turut diakui masih terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, mobilitas warga, dan distribusi hasil pertanian.
“Jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menunjang pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan,” jelasnya.
Di bidang lingkungan, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan kebersihan dan pengelolaan kawasan publik agar kualitas hidup masyarakat semakin baik.
Meski demikian, berbagai capaian selama satu tahun terakhir dinilai menjadi modal penting. Salah satunya penguatan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, TNI–Polri, dan masyarakat. Dukungan perguruan tinggi seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Universitas Sebelas April disebut berperan dalam peningkatan tata kelola pemerintahan dan inovasi pelayanan publik.
Selain itu, reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, serta peningkatan koordinasi antar perangkat daerah mulai menunjukkan hasil. Hal ini berdampak pada pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan bagi masyarakat.
Dony juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi dengan instansi vertikal dan Forkopimda guna menjaga stabilitas daerah serta mendukung percepatan pembangunan.
Menutup arahannya, Dony menekankan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik. Ia meminta seluruh ASN membangun budaya kerja terbuka dan menjadikan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi.
“Kritik adalah energi positif. Saya minta ASN jangan defensif. Selama demi kebaikan masyarakat, kita harus menerimanya dengan lapang dada,” pungkasnya.

Posting Komentar