Diklatsar KOKAM Sumedang 2026 Digelar, Cetak Kader Tangguh dan Berintegritas

 

Pembekalan Materi Dalam Diklatsar Kokam Sumedang 

SUMEDANG- Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sumedang Tahun 2026 resmi digelar selama dua hari, Senin (16/02/2026). Kegiatan ini berlangsung di Graha KH Ahmad Dahlan, Kampus SMK Muhammadiyah 1 Sumedang, senin (16/02/2026).

Mengusung tema “Dari Darah Pejuang ke Cahaya Kokam, Menjaga Bangsa Mengawal Iman”, kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Kabupaten Sumedang, H. Ahmad Syaripudin, yang hadir mewakili sambutan Wakil Bupati Sumedang.

Sejumlah unsur turut hadir sebagai narasumber, di antaranya perwakilan Kodim, Polres, BPO KOKAM Wilayah Jawa Barat, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Kehadiran mereka memperkaya materi pembinaan, mulai dari wawasan kebangsaan hingga kesiapsiagaan sosial dan kebencanaan.

Ketua Pemuda Muhammadiyah sekaligus Panglima Daerah KOKAM Sumedang, Dodi Partawijaya, menjelaskan bahwa Diklatsar ini merupakan angkatan kedua sebagai bagian dari proses kaderisasi berjenjang di tubuh Pemuda Muhammadiyah.

“Dalam Pemuda Muhammadiyah terdapat beberapa tahapan kaderisasi. Untuk jalur akademik ada Baitul Arqam Dasar (BAD), sedangkan KOKAM merupakan kader lapangan yang disiapkan untuk tugas-tugas pengamanan dan pengabdian,” jelas Dodi.

Diklatsar dilaksanakan selama dua hari satu malam dengan melibatkan peserta dari berbagai unsur, mulai dari tingkat kecamatan, organisasi otonom (Ortom), hingga simpatisan Muhammadiyah di Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bagian dari regenerasi kader.

Dodi menegaskan, KOKAM memiliki tanggung jawab strategis sebagai pengawal dan penjaga aset persyarikatan Muhammadiyah. Di Kabupaten Sumedang sendiri terdapat puluhan Amal Usaha Muhammadiyah, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, Sekolah Tinggi Muhammadiyah, Pimpinan Cabang, hingga belasan TK Aisyiyah yang membutuhkan dukungan pengamanan dan pengawalan.

“Menjadi anggota KOKAM bukan sekadar memakai seragam, melainkan kesiapan untuk berkhidmat bagi Muhammadiyah dan masyarakat,” tegasnya. Usai mengikuti Diklatsar, para peserta akan menjalani prosesi pembaretan sebagai simbol resmi menjadi anggota KOKAM.

Sementara itu, dalam sambutan Wakil Bupati yang disampaikan H. Ahmad Syaripudin, ditegaskan bahwa KOKAM berperan penting dalam membentuk kader muda yang disiplin, tangguh, berakhlak, serta memiliki semangat pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.

“Diklatsar ini bukan sekadar seremonial, tetapi proses pembinaan karakter yang menanamkan kepemimpinan, loyalitas, kedisiplinan, serta nilai gotong royong,” ungkapnya.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Generasi muda, menurutnya, harus memiliki kekuatan intelektual sekaligus ketahanan mental, spiritual, dan fisik.

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Muhammadiyah atas konsistensinya membina kader melalui Diklatsar KOKAM. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan daerah yang aman, harmonis, dan berkemajuan.

Mengacu pada visi Sumedang SIMPATI menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menyelaraskan pembangunan dengan penguatan nilai religiusitas, ketaatan hukum, dan demokrasi guna melahirkan generasi unggul dan produktif.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial. KOKAM adalah mitra strategis dalam membina generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang bertakwa dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Diklatsar ini, diharapkan lahir kader-kader KOKAM yang profesional, berintegritas, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan membantu masyarakat dalam berbagai situasi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama