![]() |
Pengurus Daerah Forum TBM Kab. Sukabumi. |
Program GELIS (Gerakan Literasi Sukabumi) pertama kali digagas pada tahun 2020 sebagai bentuk komitmen kami yang bergerak dibidang literasi. Program ini mulai jalan pada tahun berikutnya yaitu tahun 2021 dengan membuka projek literasi sekolah di SDN 3 Cidahu.
Kabupaten Sukabumi memiliki 47 kecamatan. Berdasarkan data Pengurus Daerah Forum TBM Kabupaten Sukabumi miliki, TBM yang aktif saat ini baru tersebar di 28 kecamatan, sementara sisanya belum memiliki TBM.
Tentunya kondisi ini sejalan dengan visi besar kepengurusan PD Forum TBM Kabupaten Sukabumi 2025–2030, yaitu mewujudkan Sukabumi yang lebih literat. Salah satu langkah untuk mencapainya adalah memperluas akses dan menghadirkan lebih banyak wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan bacaan berkualitas.
Menurut Ketua PD Forum TBM Kabupaten Sukabumi Ridwan Nawawi Arsyad, "Melalui Program Gelis, kami berharap dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Tentu saja, keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak." ungkapnya saat dihubungi kami melalui selular pada 12 Agustus 2025.
Adapun awal mula dari Program Gelis ini menurut Ridwan, "Sejatinya merupakan kelanjutan dari program yang telah saya jalankan di TBM Cicurug, yang saya dirikan beberapa tahun lalu. Kini, program ini saya lanjutkan dalam kapasitas saya sebagai pengurus Forum TBM Kabupaten Sukabumi."
Dalam hal pengadaan buku tentunya dibantu oleh sesama komunitas yang bergerak dibidang sosial, dibantu oleh para donatur, dan oleh tbcgrup, sebab program ini bersifat "kerelawanan" segala bentuk biaya akomodasi dan projek pengadaan buku beserta rak kami lakukan secara kolektif, tentu kedepannya kami sangat terbuka untuk para dermawan, donatur, lembaga yang mau membantu agar program GELIS ini bisa lebih luas cakupannya.
Dalam proses pelaksanaannya PD Forum TBM Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mensukseskan program Gelis ini, dengan target sasaran adalah sekolah mulai dari tingkatan SD sampai SMA, desa, dan pesantren yang tidak memiliki atau mempunyai keterbatasan dalam hal mengakses sumber buku bacaan. Begitu pun dengan output dari program GELIS ini bisa menumbuhkan, dan meningkatkan budaya literasi di masyarakat.
Ada tiga alasan mengapa memilih 3 segmen? Sekolah, desa, dan pesantren? Menurut Ridwan yang pertama adalah, Literasi sekolah agar SDM penerus generasi bangsa mempunyai wawasan yang luas, kritis, inovatif, berkebudayaan dan punya daya imajinasi yang tinggi.
Lalu yang kedua Literasi desa agar masyarakat desa bisa mandiri, peka terhadap lingkungan sekitar, dan bisa memberikan solusi atas jawaban permasalahan yang ada di desanya agar terciptanya desa yang mandiri dan sejahtera dimana masyarakatnya bisa memaksimalkan setiap potensi yang ada di desanya. Dan yang ketiga Literasi pesantren untuk mengimbangi para santri dengan ilmu pengetahuan umum tidak hanya mendalami ilmu agama, agar tercetaknya para cendekiawan muslim yang hebat dimasa mendatang yang memiliki sifat akhlakul karimah.
"Untuk saat ini kami fokuskan program ini untuk wilayah kabupaten Sukabumi, kedepannya mudah-mudahan bisa terlaksana se-Indonesia. Mohon doa, bantuan, dan dukungannya kepada semua pihak." tambah Ridwan.
Posting Komentar