BOR RSUD Cibabat Overload, 49 Pasien Antre Masuk Ruang Rawat Inap

 

Pasien dan Penunggu Pasien Berada di Koridor Ruang IGD RSUD Cibabat

KOTA CIMAHI-Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Cibabat, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (5/10/2026), sedang mengalami peningkatan. Kondisi ini membuat puluhan pasien harus menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena ruang rawat inap penuh.

Sejumlah pasien masih terlihat berada di IGD sambil menunggu giliran masuk ruang perawatan. Sebagian pasien bahkan harus menggunakan tempat tidur tambahan yang ditempatkan di lorong IGD.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengatakan terjadi peningkatan kunjungan pasien ke IGD RSUD Cibabat dalam dua hari terakhir.

"Dalam dua hari terakhir ini, terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien ke IGD RSUD Cibabat yang cukup signifikan. Kondisi ini menyebabkan kepadatan dan waktu tunggu pasien menjadi lebih panjang karena ketersediaan tempat tidur perawatan sedang terbatas," kata Mulyati.

Berdasarkan pengecekan hingga Senin pagi, terdapat 49 pasien yang masih menunggu untuk masuk ke ruang rawat inap. Dari jumlah tersebut, empat pasien disebut segera mendapatkan ruang perawatan, sedangkan 45 pasien lainnya masih dalam penanganan di IGD.

RSUD Cibabat sendiri memiliki sekitar 325 tempat tidur dan seluruhnya sedang terisi.

"Ada yang sampai menunggu 26 jam di IGD karena memang penuh. Sekarang ruang rawat inapnya memang penuh," ujar Mulyati.

Meski kondisi rumah sakit sedang padat, Mulyati memastikan pelayanan medis tetap diberikan kepada seluruh pasien yang datang.

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien juga terjadi di sejumlah rumah sakit lain di Kota Cimahi. Karena itu, Dinas Kesehatan meminta rumah sakit tidak melakukan rujukan tanpa kepastian tempat dan penanganan bagi pasien.

"Kalau dirujuk saja tanpa pendampingan tidak boleh. Harus menggunakan sistem rujukan terintegrasi. Jangan sampai pasien keliling ke rumah sakit tanpa ada kepastian ruang kamar kosong," katanya.

Ia juga mengingatkan agar rumah sakit tidak membedakan pelayanan berdasarkan status pasien, baik pengguna BPJS Kesehatan maupun pasien umum. Setiap pasien yang datang harus tetap mendapatkan penanganan medis awal.

Mulyati menegaskan, penuhnya tempat tidur di rumah sakit tidak secara khusus disebabkan oleh meningkatnya kasus Influenza A maupun infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Pada intinya ada peningkatan pasien meski tidak spesifik disebabkan Influenza A dan ISPA. Tapi Influenza A sekarang memang lagi naik. Namun demikian masyarakat tidak perlu panik," ujarnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan pasien, Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga menyiagakan seluruh Puskesmas.

Masyarakat yang mengalami gejala ringan diimbau tidak langsung datang ke rumah sakit dan dapat memanfaatkan pelayanan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Tenaga kesehatan nantinya akan menentukan apakah pasien cukup menjalani perawatan di rumah, membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan lanjutan, atau memang perlu dirujuk ke rumah sakit.

Selain itu, empat Puskesmas di Kota Cimahi kini menyediakan pelayanan rawat jalan sore mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.

Keempatnya yakni Puskesmas Padasuka, Puskesmas Cipageran, Puskesmas Cimahi Utara, dan Puskesmas Cibeureum.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama