BAZNAS Majalengka Gandeng KCD Wilayah IX Perkuat Gerakan ZIS di Sekolah

 

Ketua Baznas Majalengka Bersama Peserta Sosialisasi program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) kepada kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus mendorong penguatan gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui lingkungan sekolah.

Dunia pendidikan dinilai menjadi salah satu tempat strategis untuk menumbuhkan kebiasaan berbagi. Sebab, di sekolah terdapat siswa, guru, tenaga kependidikan hingga keluarga yang bisa bersama-sama membangun kepedulian sosial.

Langkah tersebut dilakukan BAZNAS Majalengka dengan menyosialisasikan program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) kepada kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Kabupaten Majalengka, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan KCD Wilayah IX Provinsi Jawa Barat itu dihadiri Plt Kepala KCD Wilayah IX Provinsi Jawa Barat Irman Khaeruman bersama para kepala satuan pendidikan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana mengatakan, keterlibatan sekolah dalam gerakan ZIS bukan hanya untuk meningkatkan penghimpunan, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial sejak dini.

“Melalui SIGAP dan ASIK, kami ingin membangun budaya bersedekah dan berinfak mulai dari lingkungan pendidikan. Anak-anak diajarkan untuk peduli, sementara guru dan tenaga kependidikan menjadi teladan dalam berbagi,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, program SIGAP menyasar para peserta didik. Program ini bertujuan mengenalkan sekaligus membiasakan siswa untuk bersedekah dan berinfak.

SIGAP sendiri telah berjalan lebih dari satu tahun dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, serta Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).

Sementara itu, program ASIK ditujukan bagi guru, tenaga kependidikan, dan pegawai di lingkungan sekolah.

Melalui program tersebut, BAZNAS berharap para pendidik dapat menjadi contoh bagi siswa dalam membangun kebiasaan berbagi dan peduli terhadap sesama.

BAZNAS Majalengka juga memberikan ruang bagi setiap sekolah untuk menyesuaikan pelaksanaan penghimpunan ZIS dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Dengan pola tersebut, sekolah dapat menentukan bentuk kolaborasi yang dinilai paling sesuai dengan karakter lingkungan pendidikan masing-masing.

Agus berharap sinergi antara BAZNAS, KCD Wilayah IX, dan satuan pendidikan dapat semakin memperluas gerakan ZIS di Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, ketika kebiasaan berbagi mulai ditanamkan sejak sekolah, manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar secara akademik, tetapi juga menjadi tempat menanamkan nilai kepedulian dan kebiasaan berbagi,” katanya.

Melalui penguatan program SIGAP dan ASIK, BAZNAS Majalengka berharap lingkungan pendidikan dapat menjadi salah satu motor penggerak gerakan ZIS sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama