
Pembangunan Jalan Bangbayang-Dayeuhluhur Mulai di Lakukan Bupati Donny Mulai Pembangunan
Jalan poros Bangbayang-Dayeuhluhur memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer. Pada tahap awal, dilakukan pengecoran sepanjang 384 meter. Rinciannya, 125 meter dengan lebar 2,5 meter dan 259 meter dengan lebar 3 meter, masing-masing memiliki ketebalan 15 sentimeter. Selain itu, dibangun pula saluran drainase sepanjang 75 meter.
Bupati Dony meninjau langsung lokasi pembangunan dan mengatakan, kehadiran jalan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Jalan ini akan menjadi akses alternatif yang lebih dekat bagi warga Bangbayang menuju Kecamatan Ganeas maupun Kota Sumedang. Selain mempercepat mobilitas warga, jalan ini juga memudahkan distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan," ujarnya.
Menurut Dony, pembangunan jalan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, pembangunan dapat dilakukan lebih efisien dibandingkan jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Ia menyebut, dana sekitar Rp500 juta mampu digunakan untuk membangun jalan beton sepanjang 384 meter lengkap dengan drainasenya karena adanya partisipasi aktif masyarakat dan TNI.
"Gotong royong harus terus dipelihara. Jalan yang dibangun bersama akan menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dirawat," katanya.
Selain pembangunan infrastruktur, Dony juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar jalan. Ia mengajak masyarakat terus menanam pohon keras, kopi, dan tanaman buah untuk mencegah longsor sekaligus meningkatkan perekonomian warga.
Bupati juga mengapresiasi jajaran Kodim 0610/Sumedang atas pelaksanaan program tersebut. Ia mengaku telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang agar segera menindaklanjuti pembangunan sehingga jalan tersebut dapat segera difungsikan secara optimal.
Sementara itu, Kepala Desa Bangbayang, Umar, menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, jalan alternatif ini sudah lama dinantikan masyarakat karena akan memangkas waktu tempuh menuju Sumedang.
Ia mengatakan, selama ini wilayah tersebut kerap terdampak longsor yang menyebabkan akses warga terganggu. Karena itu, keberadaan jalan penghubung Bangbayang-Dayeuhluhur diharapkan menjadi jalur alternatif yang lebih aman dan tetap bisa digunakan saat terjadi bencana di jalur utama.
Posting Komentar