
Kunjungan Komisi 1 DPRD Kabupaten Sumedang Ke Dinas Pemadam Kebakaran
Ketua Komisi I DPRD Sumedang, Asep Kurnia, mengatakan peningkatan status tersebut harus dibarengi dukungan anggaran serta sarana dan prasarana yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
“Perubahan ini bukan hanya administratif. Tanpa dukungan anggaran dan sarpras, peningkatan status tidak akan berdampak signifikan,” ujar Asep.
Ia mengungkapkan, dari enam unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki, hanya empat yang masih beroperasi dan kondisinya tidak seluruhnya layak. Selain itu, ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas juga dinilai masih sangat terbatas.
Komisi I DPRD Sumedang juga menyoroti aspek sumber daya manusia, karena sebagian besar personel Damkar masih berstatus paruh waktu. DPRD mendorong kajian bersama BKPSDM terkait penambahan formasi dan peningkatan kompetensi petugas.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Sumedang, Syarif Efendi Badar, menyampaikan total anggaran Damkar saat ini sekitar Rp8 miliar yang sebagian besar terserap untuk belanja pegawai. Keterbatasan anggaran berdampak pada minimnya sarana prasarana, termasuk kendaraan operasional.
“Dua unit kendaraan sudah tidak dapat digunakan, bahkan ada yang diproduksi tahun 1993,” katanya.
Ia berharap adanya peningkatan dukungan anggaran agar pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Sumedang dapat berjalan lebih maksimal.
Posting Komentar