Tim SAR Berpacu dengan Waktu, Pencarian Korban Longsor Mekar Rahayu Masih Berlanjut

 

Proses Pencarian Korban Tertimbun Longsor


SUMEDANG- Upaya pencarian korban longsor di Desa Mekar Rahayu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus berlanjut di hari kedua operasi, Kamis (9/4/2026). Tim Search and Rescue (SAR) gabungan harus berpacu dengan waktu sekaligus menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Komandan Rescue Kantor SAR Bandung, Idham Pratama, mengatakan proses pencarian kali ini difokuskan menggunakan peralatan manual. Hal tersebut dikarenakan akses menuju lokasi longsor yang sempit dan tidak memungkinkan masuknya alat berat.

“Kendala hari ini, peralatan yang digunakan masih manual. Tidak bisa memakai alat berat, ditambah potensi longsor susulan masih ada. Namun kami tetap bekerja dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Sebanyak tujuh personel Basarnas diterjunkan dan bergabung dengan aparat setempat serta puluhan relawan. Mereka bahu-membahu menyisir lokasi yang diperkirakan menjadi titik tertimbunnya korban.

Selain keterbatasan alat, kondisi alam juga menjadi tantangan tersendiri. Tim SAR harus memodifikasi aliran air di atas area longsor guna menghindari potensi bahaya saat proses pencarian berlangsung.

“Kami pastikan dulu area kerja aman, termasuk aliran air yang sudah dimodifikasi agar tidak mengganggu proses pencarian,” tambah Idham.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan memperkuat koordinasi lintas instansi.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan seluruh potensi SAR di lapangan agar pencarian berjalan efektif dan korban bisa segera ditemukan,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Desa Mekar Rahayu, Asep Suherman, mengungkapkan peristiwa longsor terjadi secara tiba-tiba pada Rabu malam (8/4). Aliran air yang deras membawa material tanah dan bambu hingga menimpa rumah warga.

“Korban sedang tidur saat kejadian, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara istri dan anaknya berhasil selamat,” jelas Asep.

Hingga kini, puluhan warga masih bergotong royong membantu proses evakuasi. Korban diperkirakan tertimbun di bawah rumpun bambu, dengan ketinggian material longsor mencapai sekitar 20 meter dari titik awal longsoran.

Akses jalan yang sempit menuju lokasi menjadi hambatan utama. Untuk itu, petugas dari BPBD dan Basarnas memanfaatkan penyemprotan air serta alat manual guna membuka jalur menuju titik pencarian.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, semangat tim gabungan dan warga tidak surut. Harapan untuk segera menemukan korban masih terus dijaga di tengah upaya pencarian yang penuh risiko.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama